Analisis Sebaran Lahan Kritis Kawasan Hutan Pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Pengabuan

Agus Kurniawan Mastur, Eva Achmad, Joko Asmoro Hadi

Abstract


Land use that is not based on its capacity will has impact on land quality decreasing. This will lead to the emerging of critical land. This study aimed to analyze the critical level of forest area in the Pengabuan watershed. Critical land analysis was based on the Regulation of the Director General of Watershed Management and Social Forestry Number P.4/V-SET/2013. There were 4 parameters used, namely: land cover, erosion hazard level, slope and management aspects. Land cover was the main parameter in determining critical land because it had the largest weight. Geographic Information System (GIS) and remote sensing technique were used in data processing and analyzing in order to determine the critical level of land. The results showed that 50.58% of the land in the Pengabuan watershed forest area was classified as moderately critical (95,030.7 ha). Land with potentially critical criteria covering an area of 17,804 ha (75.19%) dominated forest areas within protected areas. Approximately 2.71% (4,457.6 ha) of the forest area with open land cover from forest areas outside protected areas was categorised as higly critical land.


Keywords


critical land, GIS, landcover, Pengabuan watershed

Full Text:

PDF

References


Ali, M., Hadi, S., dan Sulistyantara, B. 2016. Study on land cover change of Ciliwung downstream watershed with spatial dynamic approach. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 227(2016), 52-59.

Anasiru, R. H. 2016. Analisis spasial dalam klasifikasi lahan kritis di kawasan Sub-DAS Langge Gorontalo. Jurnal Informatika Pertanian, 25(2), 261-272.

Arsyad, S. 2010. Konservasi Tanah dan Air (Edisi kedua). Bogor. IPB Press.

Chowdhury, M., Hasan, M. E., Al-Mamun, M. M. A. 2020. Land use/land cover change assessment of Halda watershed using remote sensing and GIS. The Egyptian Journal of Remote Sensing and Space Sciences. 23(2020), 63-75.

Harjianto, M., Sinukaban, N., Tarigan, S. D., dan Oteng Haridjaja, O. 2016. Evaluasi kemampuan lahan untuk arahan penggunaan lahan di Daerah Aliran Sungai Lawo, Sulawesi Selatan. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea, 5(1), 1-11.

Indrihastuti, D., Murtilaksono, K., dan Tjahjono, B. 2016. Analisis lahan kritis dan arahan rehabilitasi lahan dalam pengembangan wilayah Kabupaten Kendal Jawa Tengah. Jurnal Tata Loka, 18(3), 141-157.

Kementerian Kehutanan. 2013. Peraturan Direktur Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial Nomor: P.4/V-Set/2013 Tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Data Spasial Lahan Kritis.

Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: SK.306/MENLHK/DAS.0/7/2018 Tentang Penetapan Lahan Kritis Nasional.

Kubangun, S., H., Haridjaja, O., dan Gandasasmita, K., 2016. Model perubahan penutupan/penggunaan lahan untuk identifikasi lahan kritis di Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Sukabumi. Majalah Ilmiah Globe Volume, 18(1), 21-32.

Kusuma, A.K. 2019. Analisis Perubahan Tutupan Lahan di DAS Pengabuan Periode 1996-2017. Skripsi. Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Mulyadi, A., dan Jupri. 2016. Kajian lahan kritis sub daerah aliran Ci Keruh di Kawasan Cekungan Bandung. Prosiding Seminar Nasional Geografi UMS: Upaya Peningkatan Risiko Bencana Terkait Perubahan Iklim, 238-249.

Pertiwi, A.I. 2013. Identifikasi dan Pemetaan Lahan Kritis Dengan Mengunakan Teknologi Sistem Informasi Geografis dan Penginderaan Jauh (Studi Kasus di Sub DAS Cisadane Hulu, Kabupaten dan Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat). Skripsi. Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan Institur Pertanian Bogor.

Ramayanti, L. A, Yuwono, B., D., dan Awaluddin, M. 2015. Pemetaan tingkat lahan kritis dengan menggunakan penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografi (Studi Kasus: Kabupaten Blora). Jurnal Geodesi Undip, 4(2), 200-207.

Renyut, L. R., Kumurur, V. A., dan Karongkong, H., H. 2018. Identifikasi dan pemetaan lahan kritis dengan menggunakan teknologi Sistem Infomasi Geografis (Studi Kasus Kota Bitung). Jurnal Spasial, 5(1), 92-104.

Rosyada, M., Prasetyo, Y., dan Hani’ah. 2015. Penentuan tingkat lahan kritis menggunakan metode pembobotan dan Algoritma NDVI (Studi Kasus: Sub DAS Garang Hulu). Jurnal Geodesi Undip, 4(1), 85-94.

Ruhama, A., Numba, S., dan Saida. 2020. Analisis lahan kritis dan arahan penggunaan lahan pada Sub Daerah Aliran Sungai Binanga Lantang di Sulawesi Selatan. Jurnal Agrotek, 4(1), 37-52.




DOI: http://dx.doi.org/10.33087/daurling.v4i1.59

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Daur Lingkungan Published by Environmental Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Batanghari University
Adress: Fakultas Teknik, Jl.Slamet Ryadi, Broni-Jambi, Kec.Telanaipura, Kodepos: 36122, email: daurling.unbari@gmail.com


Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.