Analisis Tingkat Kebisingan di Pusat Pertokoan Pancor Lombok Timur Berbasis Model CoRTN dan PTV Vissim
Abstract
ABSTRAK
Kebisingan di kawasan simpang tak bersinyal telah menjadi perhatian utama dalam bidang lingkungan dan kesehatan masyarakat seperti di Pusat Pertokoan Pancor (PTC) Lombok Timur sebagai pusat kegiatan perdagangan. Berbagai faktor berkontribusi terhadap kebisingan diantaranya volume lalu lintas, jenis kendaraan, kecepatan rata-rata, dan karakteristik permukaan jalan. Faktor-faktor tersebut dianalisis untuk memahami tingkat kebisingan di lokasi penelitian dengan menggunakan metode analisis CoRTN (Composite Noise Rating Number). Hasil penelitian menunjukaan tingkat kebisingan pada simpang empat PTC Pasar Pancor pada tahun 2023 sebesar 71,74 dB dan terus meningkat >0,2 dB setiap tahunnya hingga tahun 2028. Tingkat kebisingan tersebut melebihi standar Keputusan Menteri Negeri Lingkungan Hidup No. 48 tentang Baku Tingkat Kebisingan untuk Kawasan perdagangan yakni 70dB sehingga perlu dilakukan penanganan kebisingan terhadap kawasan ini.
Kata kunci : CoRTN; Kebisingan; Pusat Pertokoan; Simpang tak bersinyal
ABSTRACT
The noise in an unsignalized intersection area has become a major concern in terms of environmental impacts and public health like at the intersection of Pancor Shopping Center (PTC) in East Lombok as a trading area. Various factors contribute to noise level including traffic volumes, vehicle types, average speed, and road surface characteristics. These factors are analyzed by CoRTN (Composite Noise Rating Number).This study figures out that that the noise level at the four-way intersection of PTC Pancor Market in 2023 reaches 71.74 dB based on CoRTN calculations and continues to increase by >0.2 dB annually until 2028. This noise level exceeds the maximum standard for noise level stipulated in the Minister of Environment Decree No. 48 regarding the Maximum Noise Levels for Commercial Areas, which is 70dB, indicating the necessity for noise management in this area.
Keywords : CoRTN; Noise; shopping centre; unsignalized intersection
Keywords
References
Alokabel, Koilal. (2018). Analisa Kinerja Persimpangan Tak Bersinyal Tipe T Pada Pertemuan Ruas Jalan Timor Raya dan Jalan Saratim di Kelurhan Oesapa Kecamaatan Kelapa Lima Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. JUTEKS: Jurnal Teknik Sipil. Vol 3, No 1. ISSN 2621-9786.
Aly S H (2015). Emisi Transportasi (Jakarta: Penerbar Plus)
Chandra B (2009) Ilmu Kedokteran Pencegahan dan Komunitas Jakarta Penerbit Buku Kedokteran EGC
Departement of Transport Welsh Office HMSO 1988 Calculation Of Road Traffic Noise. London.
Dokumen Surat Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No Kep.Men 48/MEN.LH/11/1996 Tentang Baku Mutu Tingkat Kebisingan
Mellyanti dan Zulifli (2021). Rekayasa Lalu Lintas pada Simpang Jln Lingkar Tengah – Jalan Dr Leimena di Kota Makassar, Volume 1 No 1. JACEE
Juniardi. (2006). Analisis Arus Lalu Lintas di Simpang Tak Bersinyal (Studi Kasus : Simpang Timoho dan Simpang Tunjung di Kota Yogyakarta). Jurusan Teknik Sipil Universitas Diponegoro. Semarang
Kurniati, Eti., Abdul Muid., Hermansyah (2022). Analisis Simpang Tak Bersinyal pada Pusat Pertokoan Pancor (PTC) Lombok Timur. Jurnal Informatika teknologi dan Sains, vol 4 no 4, 395-399
Yudha. Agung Fitra. (2016). Analisis Simpang Tak Bersinyal (Studi Kasus: Simpang 4 Tak Bersinyal Colombo Yogyakarta). Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
DOI: http://dx.doi.org/10.33087/daurling.v7i2.300
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal Daur Lingkungan Published by Environmental Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Batanghari University |

