Pretreatment Delignifikasi Limbah Kulit Durian Sebagai Bahan Baku Pembuatan Bioetanol
Abstract
ABSTRAK
Kulit durian (60-75% bagian durian) mengandung selulosa 55,3%, lignin 19,3% dan abu 6,1%. Kandungan selulosa yang cukup tinggi dalam kulit durian merupakan potensi bioetanol. Tetapi, kandungan lignin dalam kulit durian mengganggu proses pembuatan bioetanol. Lignin bersifat cukup resisten terhadap degradasi kimia dan biologi, sehingga menghambat proses fermentasi. Diperlukan pretreatment proses delignifikasi untuk membantu proses fermentasi. Proses delignifikasi membutuhkan senyawa basa kuat dalam proses pemisahan lignin dari selulosa. Delignifikasi dalam penelitian ini dilakukan dengan aplikasi NaOH 2%, 3%, 4%, 5% dan 6% dan waktu 60, 90 dan 120 menit. Pretreatment delignifikasi diharapkan meningkatkan kadar selulosa dan menurunkan kadar lignin. Kondisi terbaik pretreatment delignifikasi yaitu larutan pemasak NaOH 6%w/v dengan waktu 120 menit yang menghasilkan 83,05%w/w selulosa dan 8,03%w/w lignin. Larutan pemasak NaOH dengan konsentrasi yang tinggi dan waktu delignifikasi yang semakin lama menurunkan kadar lignin dan meningkatkan selulosa.
Kata kunci : Delignifikasi, Lignin, Limbah Kulit Durian, NaOH, Selulosa
ABSTRACT
Durian peel (60-75%) contains cellulose 55.3%, lignin 19.3%, and ash 6.1%. Due to its high cellulose content, durian peel can be utilized and processed into bioethanol. However, in the production of bioethanol using durian peel waste as a raw material, lignin interferes the bioethanol production process: lignin. Lignin chemically and biologically resistant to degradation restricting the fermentation process. Therefore, a pretreatment delignification process is required before fermentation. A strong alkaline compound is needed in the delignification process to separate lignin from cellulose. This study uses NaOH as a strong base in the delignification process. The variations used in this study are the concentration of NaOH (2%, 3%, 4%, 5%, and 6%) and time (60, 90, and 120 minutes). Delignification pretreatment affects the cellulose and lignin content produced, with the best delignification pretreatment condition being a 6%w/v NaOH cooking solution for 120 minutes, resulting in a cellulose content of 83.05%w/w and a lignin content of 8.03%w/w. Increase concentration of NaOH as the cooking solution and longer time of the delignification time, increase cellulose obtained and decrease lignin content
Keywords : Cellulose, Delignification, Lignin, NaOH, Waste peel of Durian
Keywords
Full Text:
Bioetanol Limbah DurianReferences
Baharuddin, M., Sappewali, S., Karisma, K., & Fitriyani, J. (2016). Produksi bioetanol dari jerami padi (Oryza sativa L.) dan kulit pohon dao (Dracontamelon) melalui proses Sakarifikasi dan Fermentasi Serentak (SFS). Chimica et Natura Acta, 4(1), 1-6.
Bahri, S. (2017). Pembuatan pulp dari batang pisang. Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 4(2), 36-50.
Dewi, I. A., Ihwah, A., Setyawan, H. Y., Kurniasari, A. A. N., & Ulfah, A. (2019). Optimasi Proses Delignifikasi Pelepah Pisang untuk Bahan Baku Pembuatan Kertas Seni. Sebatik, 23(2), 447-454.
Gunam, I. B. W., Wartini, N. M., Anggreni, A. A. M. D., & Suparyana, P. M. (2011). Delignifikasi ampas tebu dengan larutan natrium hidroksida sebelum proses sakaraifikasi secara enzimatis menggunakan enzim selulase kasar dari Aspergillus niger Fnu 6018. Jurnal teknologi indonesia, 34(3), 24-32.
Kurniaty, I., Hasyim, U. H., & Yustiana, D. (2017). Proses delignifikasi menggunakan naoh dan amonia (nh3) pada tempurung kelapa. Jurnal Integrasi Proses, 6(4), 197-201.
Lestari, Y. P. I. (2022). Optimasi Konsentrasi HCl pada Proses Hidrolisis Untuk Pembuatan Mikrokristalin Selulosa (MCC) dari Eceng Gondok. Journal Of Innovation Research And Knowledge, 1(10), 1335-1344.
Lismeri, L., Zari, P. M., Novarani, T., & Darni, Y. (2016). Sintesis selulosa asetat dari limbah batang ubi kayu. Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan, 11(2), 82-91.
Masrol, S. R., Ibrahim, M. H. I., Adnan, S., Abdul Raub, R., Sa'adon, A. M., Sukarno, K. I., & Yusoff, M. F. H. (2018). Durian rind soda-anthraquinone pulp and paper: Effects of elemental chlorine-free bleaching and beating. Journal of Tropical Forest Science, 106-116.
Mardina, P., Talalangi, A. I., Sitinjak, J. F., Nugroho, A., & Fahrizal, M. R. (2013). Pengaruh proses delignifikasi pada produksi glukosa dari tongkol jagung dengan hidrolisis asam encer. Konversi, 2(2), 17-23.
Moeksin, R., Comeriorensi, L., & Damayanti, R. (2016). Pembuatan bioetanol dari eceng gondok (Eichhornia crassipes) dengan perlakuan fermentasi. Jurnal Teknik Kimia, 22(1), 9-17.
Mulyadi, I. (2019). Isolasi dan karakterisasi selulosa. Jurnal Saintika Unpam: Jurnal Sains dan Matematika Unpam, 1(2), 177-182.
Pambudi, A., Farid, M., & Nurdiansah, H. (2017). Analisa morfologi dan spektroskopi infra merah serat bambu betung (Dendrocalamus asper) hasil proses alkalisasi sebagai penguat komposit absorbsi suara. Jurnal Teknik ITS, 6(2), F435-F440.
Puspita, Y. 2018. Delignifikasi batang rumput gajah dengan naoh dan kapang phanerochaete chrysosporium yang diiradiasi sinar gamma untuk meningkatkan produksi bioetanol (Bachelor's thesis, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta)..
Sa’adah, A. F., Fauzi, A., & Juanda, B. (2017). Peramalan penyediaan dan konsumsi bahan bakar minyak indonesia dengan model sistem dinamik. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, 17(2), 2.
Septevani, A. A., Burhani D., & Sudiyarmanto. (2018). Pengaruh proses pemutihan multi tahap serat selulosa Dari limbah tandan kosong kelapa sawit. Jurnal kimia dan kemasan, 40(2), 71-78.
Setiati, R., Wahyuningrum, D., Siregar, S., & Marhaendrajana, T. (2016). Optimasi pemisahan lignin ampas tebu dengan menggunakan natrium hidroksida. Ethos (Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat), 4(2), 257-264.
Sistanto, S., Sulistyowati, E., & Yuwana, Y. (2017). Pemanfaatan limbah biji durian (Durio zibethinus Murr) sebagai bahan penstabil es krim susu sapi perah. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 12(1), 9-23.
Soundarrajan, C., Vennison, S. J., Saraswathi, K., & Emmanuel, E. C. (2016). Does chip size of the lignocellulosic bagasse influence lignin degradation with NaOH treatment. Biosciences Biotechnology Research Asia, 8(2), 765-769.
Taherzadeh, M. J., & Karimi, K. (2007). Acid-Based Hydrolysis Processes For Ethanol From Lignosellulosic Materials. A Review, BioResource. 2, 707, 738.
Widyastuti, F. K., Deta, A. R. B., Bela, Y. R., & Anggraini, S. P. A. (2022). Pengaruh Perlakuan Proses Delignifikasi Klobot Jagung Terhadap Analisa Kadar Gula Reduksi Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-Vis. In Prosiding SENTIKUIN (Seminar Nasional
Teknologi Industri, Lingkungan dan Infrastruktur) (Vol. 5, pp. A4-1).
BPS. 6 Juni 2023. Produksi Tanaman Buah-buahan. Diakses pada tanggal 28 Februari 2024 dari https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NjIjMg==/produksi-tanaman-buah-buahan.html
ESDM. 2023. Konsumsi Pertalite Capai 23 Juta KL, Paling Banyak Digunakan Masyarakat. Diakses pada tanggal 28 Februari 2024 dari https://www.esdm.go.id/id/berita-unit/direktorat-jenderal-minyak-dan-gas-bumi/konsumsi-pertalite-capai-23-juta-kl-paling-banyak-digunakan-masyarakat.
DOI: http://dx.doi.org/10.33087/daurling.v7i2.306
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal Daur Lingkungan Published by Environmental Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Batanghari University |

